Sabtu, 21 November 2020

Resensi buku Nonfiksi

Penulis                   : Indah Wukir Setiarini, S.S.
                                  MG. Santi Artini, S.Pd.
Editor                      : Gilang Permadi
Desain Isi               : Dwi Bidyawati
Desain Sampul      : Dede Sudiana
Cetakan Pertama  : Januari 2019
ISBN                        : 978-602-445-073-1

Sinopsis

Buku Bahasa Indonesia untuk kelas XII SMK/MAK ini kami susun berdasarkan Kurikulum 2013 edisi revisi 2017. Buku ini tersaji dalam tujuh bab untuk satu tahun. Setiap pelajaran disajikan dengan tema tertentu. Setiap tema disajikan berdasarkan sebuah genre teks. Tema ditampilkan sebagai pintu masuk untuk memayungi keseluruhan kegiatan belajar dalam tiap bab agar siswa mampu berpikir secara kontekstual.

Buku ini dilengkapi dengan materi yang membahas aspek kebahasaan untuk menambah pengetahuan siswa tentang tata bahasa Indonesia. Tata bahasa yang dibahas di setiap bab disesuaikan dengan ciri kebahasaan yang mendasari setiap genre teks yang dibahas

Dalam buku ini terdapat daftar isi yaitu Dunia Kerja, Cerita Sejarah, Masalah Aktual dalan Kehidupan Masyarakat, Buku Fiksi dan Nonfiksi, Iklan, Artikel, Surat Dinas

Kelebihan dan kekurangan buku :
Kelebihan buku adalah banyak contoh contoh soal, penjelasan bisa dipahami. Sedangkan kekurangan buku adalah tinta warna tipis, mudah robek

Kamis, 05 November 2020

Rangkuman bab 4

                        Buku Fiksi dan Non Fiksi
A. Menilai isi buku
Pengertian buku fiksi
Buku fiksi adalah sebuah buku yang ditulis oleh pengarang yang tidak bersifat aktual dan faktual, melainkan hanya rekaan berdasarkan khayalan dari penulis atau pengarang.

Pengertian buku non fiksi
adalah sebuah buku yang ditulis berdasarkan fakta atau berdasarkan pada kejadian yang terjadi sesungguhnya yang ditulis oleh penulis atau pengarang

Mengidentifikasi Nilai-Nilai dalam Buku Fiksi dan Nonfiksi
Untuk menilai isi buku fiksi maupun nonfiksi diperlukan adanya nilai-nilai dari suatu buku yang dapat mengacu pada kelebihan maupun kekurangan.
Berikut macam-macam nilai yang terdapat pada cerita fiksi maupun nonfiksi:
1. Nilai Sosial, yaitu nilai yang berkaitan dengan hubungan antar masyarakat yang memperhatikan kepentingan umum.
2. Nilai Budaya, yaitu nilai yang yang berkaitan dengan kepercayaan, adat istiadat, kesenian, dan akal budi yang sudah menjadi kebiasaan yang sulit untuk diubah.
3. Nilai Ekonomi, yaitu nilai yang berkaitan dengan pemanfaatan asas-asas produksi, distribusi, konsumsi, dan kekayaan. 
4. Nilai Filsafat, yaitu nilai yang berkaitan dengan hakikat, sebab, asal, dan hukum sesuatu.

B. Menyusun laporan hasil membaca buku
Pengertian Unsur Intrinsik
Intrinsik terdiri atas alur, tema, penokohan, sudut pandang, latar, dan amanat. Dalam pengertian unsur-unsur intrinsik dan penjelasan dari seluruh unsur intrinsik tersebut, unsur-unsur intrinsik digunakan untuk menganalisis karya sastra. Unsur intrinsik adalah unsur yang menyusun sebuah karya sastra dari dalam yang mewujudkan struktur suatu karya sastra.

Unsur-unsur Intrinsik :
A. Alur (plot) Alur atau jalan cerita merupakan pola pengembangan cerita yang terbentuk oleh hubungan sebab-akibat. Intisari alur ada pada permasalahan cerita. Akan tetapi, suatu permasalahan dalam cerita tak bisa dipaparkan begitu saja; jadi harus ada dasarnya. Oleh karena itu, alur terdiri atas (1) saling mengenal, (2) munculnya konflik, (3) konflik meninggi, (4) klimaks, dan (5) menyelesaikan konflik atau masalah. Di tahap saling mengenal, pengarang mulai menggambarkan situasi dan memperkenalkan tokoh-tokoh cerita sebagai pendahuluan. Di bagian kedua, pengarang mulai menampilkan pertikaian yang terjadi di antara tokoh. Pertikaian ini semakin meninggi, dan puncaknya dari masalah tersebut terjadi di bagian keempat (klimaks). Setelah fase tersebut terlampaui, sampailah di bagian kelima (pemecahan masalah). Alur pun menurun menuju ke mencari solusi dalam masalah dan penyelesaian cerita. Itulah unsur-unsur alur yang berpusat pada konflik.
B. Tema 
Tema adalah inti atau ide pokok dalam cerita. Tema merupakan awal tolak pengarang dalam menyampaikan cerita. Tema suatu cerita menyangkut segala persoalan dalam kehidupan manusia, baik masalah kemanusiaan, kekuasaan, kasih sayang, dan sebagainya.
C. Penokohan 
Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter tokoh-tokoh dalam cerita. Penjelasan karakter tokoh dapat pula melalui gambaran fisik dan perilakunya, lingkungan kehidupannya, cara bicaranya, jalan pikirannya, ataupun melalui penggambaran oleh tokoh lain.
D. Sudut pandang (point of view) 
Sudut pandang adalah posisi pengarang atau narator dalam membawakan cerita tersebut. Posisi pengarang dalam menyampaikan cerita ada beberapa macam: narator serba tahu adalah narator bertindak sebagai pencipta segalanya yang serba tahu. Ia tahu segalanya. Ia dapat menciptakan segala hal yang diinginkannya.
E. Latar
Latar (setting) merupakan tempat, waktu, dan suasana terjadinya tokoh atau peristiwa yang dialami tokoh. 
F. Amanat
Amanat merupakan ajaran moral atau pesan yang hendak disampaikan pengarang kepada pembaca melalui yang diciptakan itu.

Pengertian Unsur Ekstrinsik
Unsur ekstrinsik adalah bagian atau komponen yang terdapat dalam sebuah karya sastra (cerpen, novel, puisi, dan lainnya) yang membentuk atau membangun sebuah karya sastra dari luar. Pada dasarnya unsur ekstrinsik itu ada sama halnya dengan keberadaan unsur intrinsik, yaitu sama-sama membentuk atau membangun suatu karya sastra, baik dari dalam (intrinsik) dan dari luar (ekstrinsik) karya sastra. Walaupun kedua unsur tersebut memiliki perbedaan dari segi keberadaan, namun keduanya terkait satu sama lain.

Unsur-Unsur Ekstrinsik :
1. Latar belakang/biografi pengarang
Biografi adalah sebuah kisah yang menceritakan proses kehidupan seseorang (pengarang karya sastra). Untuk mengetahui latar belakang atau biografi sang penulis dapat melalui beberapa faktor.
Pertama, dapat dilakukan dengan meninjau riwayat hidup.
Kedua, kondisi psikologi sang penulis. Faktor ini akan menunjukkan motivasi atau mood seorang penulis dalam menghasilkan sebuah karya sastra. 
Ketiga, aliran sastra penulis. Aliran sastra merupakan panutan yang diyakini oleh seorang penulis, dan setiap penulis memiliki aliran sastra yang berbeda antara penulis yang lain
2. Kondisi masyarakat dan lingkungab penulis
Salah satu unsur yang dapat memengaruhi pembentukan sebuah karya sastra adalah unsur kondisi masyarakat dan lingkung penulis. Unsur tersebut akan memberikan pengaruh terhadap hasil dari sebuah karya sastra. Terdapat beberapa faktor yang ada di dalam unsur kondisi masyarakat dan lingkungan penulis, yaitu :
a. ideologi suatu negara
b. kondisi politik yang diamati oleh penulis
c. kondisi sosial masyarakat tempat penulis tinggal
d. kondisi lingkungan tempat penulis tinggal
e. kondisi ekonomi yang dialami oleh penulis dan masyarakat lingkungannya
3. Nilai-nilai yang tersemat dalm karya sastra
Unsur ini hampir sama dengan unsur amanat yang ada dalam unsur intrinsik, yaitu memberikan pengetahuan dan pemahaman akan sesuatu terhadap pengamat melalui kandungan nilai-nilai yang tersemat dalam sebuah karya sastra tersebut. Nilai-nilai yang ada dalam unsur ekstrinsik berpengaruh tidak nyata. Berikut adalah nilai-nilai yang dapat memengaruhi sebuah karya sastra :
a. Nilai agama 
Nilai agama yang terkandung dalam sebuah karya sastra pada umumnya memberikan gambaran terkait dengan tuntunan, hukum, ajaran, amanat, dan lain-lain suatu agama yang dikemas ke dalam sebuah karya sastra dengan baik dan indah.
b. Nilai sosial 
Nilai sosial dalam sebuah karya sastra pada umumnya juga memberikan penjelasan dan gambaran terkait dengan fenomena sosial, rekonstruksi sebuah masyarakat, amanat, dan lain-lain dan juga dikemas indah ke dalam sebuah karya sastra. 
c. Nilai moral 
Nilai yang ketiga adalah nilai moral yang merupakan nilai yang memberikan gambaran ke dalam sebuah karya sastra terkait dengan etika atau akhlak dalam berperilaku terhadap sesama. Nilai moral dalam sebuah karya sastra biasanya ditunjukkan dengan adanya sebuah perilaku dan tutur kata baik yang diperankan oleh tokohnya. 
d. Nilai budaya 
Nilai budaya dalam sebuah karya sastra menceritakan tentang sebuah kebudayaan, tradisi, adat istiadat yang berlaku dalam suatu wilayah tertentu. Nilai budaya juga dapat memberikan amat terkait dengan pelestarian budaya, dan amanat-amanat yang lainnya.